LSM GRANSI dan Forum LSM Bersatu Unjuk Rasa di Kejati SUMSEL
Judul : LSM GRANSI dan Forum LSM Bersatu Unjuk Rasa di Kejati SUMSEL
link : LSM GRANSI dan Forum LSM Bersatu Unjuk Rasa di Kejati SUMSEL
MWawasan, Palembang (SUMSEL)~ Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi Nasional Indonesia (GRANSI) bersama Forum LSM Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada Selasa, 14 Juli 2026. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum LSM Bersatu turun untuk mendesak Kejati Sumsel segera mengusut berbagai program di lingkungan kementrian Pertanian Ditjen LIP dan Ditjen PSP dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025 yang dinilai perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara yang bersumber dari APBN maupun APBD. GRANSI menilai aparat penegak hukum harus bergerak cepat agar setiap rupiah uang negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tepat sasaran.
Supriyadi Ketua umum LSM GRANSI dengan didampingi ketua LSM yang tergabung di forum menyoroti sejumlah program strategis bernilai triliunan rupiah yang terbagi beberapa item pekerjaan dipecah menjadi puluhan hingga ratusan miliar rupiah yang menurut mereka patut diperiksa diantaranya: Survey Investigasi dan Desain (SID), belanja jasa konsultan sebesar 45 milyar menurut supriyadi anggaran ini sangat tidak masuk akal .
dan masih banyak lagi kegiatan lain nya Olah Lahan Pasca Optimasi Kabupaten Ogan Komering Ilir, Pengadaan Benih Padi, Pengadaan Benih Jagung, Honorarium Penyuluhan, serta sejumlah kegiatan lainnya yang menggunakan anggaran pemerintah. yang sangat menjadi sorotan.
"Kami mempertanyakan Bantuan Olah Lahan KLDI Kementerian Pertanian dengan satuan kerja Dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura Sumatera Selatan TP Ditjen LIP dengan Swakelola 4 / Swakelola dengan kelompok masyarakat yang berlokasi di kota Palembang yang menggunakan anggaran sebesar Rp60,908.400.000. Di mana lokasi lahannya? Berapa luas lahan yang dikerjakan? Siapa penerima manfaatnya? Apa hasil pekerjaannya? Kami menduga hal ini fiktif .
*Olah Lahan Optimalisasi lahan Rawa di Kabupaten Banyuasin belanja barang untuk bantuan lainnya yang memiliki karakteristik bantuan pemerintah dengan satuan kerja dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura provinsi sumatera selatan secara swakelola dengan kelompok masyarakat yang menggunakan anggaran bersumber APBN tahun 2025 sebesar Rp : 15.601.500.000.
Supriyadi: "Tuntutan Aksi GRANSI"
Mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan membentuk Tim Khusus untuk mengusut seluruh kegiatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025 yang diduga bermasalah.
Kami juga mendesak Kejati Sumsel turun langsung ke lokasi. Jangan hanya percaya laporan di atas meja. Cocokkan seluruh data dengan kondisi riil di lapangan. Bila kegiatan itu benar-benar dilaksanakan, buktikan kepada masyarakat. Namun apabila ditemukan adanya dugaan proyek fiktif, mark-up, pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, atau penyimpangan lainnya yang merugikan keuangan negara, kami meminta agar seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum ," lanjutnya.
Selain Kota Palembang, GRANSI juga meminta Kejati Sumsel mengusut seluruh kegiatan lain yang menjadi sorotan, termasuk program Optimasi Lahan Rawa di Kabupaten Banyuasin, kegiatan SID, Olah Lahan Pasca Optimasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, pengadaan benih, serta berbagai kegiatan lain yang menggunakan anggaran APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
#M.Angkut
Sekianlah berita LSM GRANSI dan Forum LSM Bersatu Unjuk Rasa di Kejati SUMSEL pada kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. Sampai jumpa di postingan artikel berita lainnya.
Anda sekarang membaca artikel berita LSM GRANSI dan Forum LSM Bersatu Unjuk Rasa di Kejati SUMSEL dengan alamat link https://padosberita.blogspot.com/2026/07/lsm-gransi-dan-forum-lsm-bersatu-unjuk.html
.jpg)